skip to main |
skip to sidebar
Bagi Anda sebagai
guru, Anda bisa menceritakan kisah di atas kepada siswa-siswi Anda, terutama
bagi yang sering mengeluarkan baju pada saat di sekolah. Salah satu harga diri
seseorang adalah dilihat dari pakaian yang ia kenakan. Bukan pakaian yang mahal
yang harga dirinya tinggi, namun orang tersebut bisa berpakaian sesuai dengan
situasi dan kondisi. Pakaian yang murah jika bisa memakainya sesuai dengan
aturan yang benar, maka akan membuat pemakainya mempunyai harga diri yang
tinggi dan bisa membawa keberuntungan.
Tulisan di atas
adalah berdasarkan catatan dari saya sebagai pendidik/guru. Tugas pendidik
bukan hanya mengajar di kelas saja tanpa memperhatikan tingkah laku siswanya,
termasuk dalam berpakaian.
Rabu, 14 Januari 2026
LAPORAN REKAPITULASI REALISASI PENGUNAAN DANA BOS REGULER TAHAP II TAHUN 2025 DI SMK CUT NYA DIEN SEMARANG
Senin, 21 Juli 2025
REKAPITULASI REALISASI PENGGUNAAN DANA BOS REGULER SMK CUT NYA DIEN SEMARANG PERIODE JANUARI - JUNI 2025
Jumat, 26 Oktober 2018
KISAH
TIDAK DITERIMA KERJA KARENA KEBIASAAN MENGELUARKAN BAJU
By Cauchy
Murtopo on 9 April 2015
@https://cauchymurtopo.wordpress.com/2015/04/09/seberapa-pentingkah-siswa-harus-memasukkan-baju/
Kisah ini
semoga menjadi pembelajaran bagi guru maupun siswa betapa pentingnya siswa
harus memasukkan baju seragamnya. Kisah ini dari teman yang pandai, namun salah
satu kebiasaan buruknya sejak SMP tidak memasukkan baju seragam. Sebut saja YD,
YD hanya memasukkan baju jika sangat terpaksa, misal pada saat upaca bendera.
Jika sudah selesai upacara bendera baju dikeluarkan lagi. Di dalam kelas baju
juga selalu dikeluarkan. Sampai mahasiswa YD juga tak pernah memasukkan
bajunya.
YD sebenarnya
siswa yang sangat beruntung bisa masuk ke sebuah universitas terkenal di salah
satu kota di Jawa. YD juga termasuk mahasiswa yang lulus dengan IPK yang bagus,
di atas 3 dengan waktu studi yang kurang dari 4 tahun.
Suatu saat YD
melamar ke sebuah perusahaan terkenal yang sejak sekolah ia incar untuk bekerja
di situ. Saking penginnya kerja di perusahaan tersebut, YD rela membeli
beberapa pedoman tes supaya ia diterima kerja. Buku tentang psikotes dan
pedoman wawancara adalah buku yang ia beli. Untuk masalah tes bidang teknik
sudah tidak diragukan lagi.
YD melamar
beserta sekitar 600 orang lain yang menginginkan posisis di 5 bagian penting di
perusahaan tersebut. Dari posisi tersebut yang dibutuhkan adalah lulusan
teknik, MIPA, ekonomi, dan statistik. YD sangat yakin jika dirinya bakal
diterima. Untuk itu ia mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya.
Dari seleksi
administrasi YD lolos. Untuk tes tertulis, YD masuk pada peringkat pertama dari
20. Ini artinya kemampuan koknitif YD sangat bagus. Pada saat tes tertulis, YD
tidak memasukkan bajunya. Baginya ini bukan saat yang menentukan diterima atau
tidak diterima, jadi YD cuek saja.
Pada tes
tertulis diambil 20 orang saja untuk mengikuti tes wawancara. Tes wawancara
ditentukan tiga hari kemudian setelah pengumuman tes tertulis. YD mempersiapkan
dengan membaca-baca buku tentang pedoman wawancara kerja.
Pada hari
yang ditentukan, YD dipanggil untuk mengikuti tes wawancara. YD mendapat
giliran pertama sesuai dengan ranking tes tertulis pada posisi ranking satu.
Pada saat wawancara YD bisa menjawab semua pertanyaan dengan lancar. Pada saat
tes wawancara YD memasukkan bajunya. Tes wawancara sekitar 15 menit berada di
lantai dua. Selesai wawancara YD langsung mengeluarkan bajunya dan menuju
parkir motor yang ada di samping gedung tempat YD wawancara tadi.
Pada saat YD
berada di tempat parkir alangkah terkejutnya personalia yang baru saja
mewawancarai YD. Personalia melihat dari kaca jendela lantai dua tempat tes
wawancara. Tak menyangka jika YD yang tes tertulis pada posisi ranking pertama
mempunyai kebiasaan tidak memasukkan baju. Jadi pikir personalia tadi, YD
memasukkan baju hanya terpaksa karena mengikuti tes wawancara saja.
Pengumuman
diterima atau tidak diterima tiga hari setelah tes wawancara. Di hari yang
telah ditentukan, ternyata YD tidak diterima kerja di perusahaan besar yang
selama ini sudah ia incar sejak SMA. Saat itu pula YD protes. Awalnya YD
memasukkan baju, namun karena tidak diterima maka baju yang dimasukkan rapi
dikerluarkan. YD berpikir bahwa memasukkan baju atau tidak tak akan berpengaruh
pada penerimaan kerja. Buktinya, pada saat wawancara ia memasukan baju dan bisa
menjawab dengan lancar semua pertanyaan juga tidak diterima.
YD langsung
protes menemui personalia yang ada di lantai dua. YD mempertanyakan kenapa ia
yang ranking pertama pada saat tes tertulis tidak diterima dan yang ranking 20
justru diterima. YD juga protes pada saat tes wawancara ia bisa menjawab
pertanyaan dengan lancar kenapa tidak diterima.
Dengan
santainya personalia menjawab protes YD. “Anda memang cerdas, ini dibuktikan
dari 600 lebih pelamar, tes tertulis Anda ranking pertama. Namun, apakah Anda
sadar jika ada keterpaksaan pada diri Anda? Anda sepertinya sangat terpaksa
untuk memasukkan baju. Pada saat Anda wawancara Anda memasukkan baju dengan
rapi. Anda juga bisa menjawab semua pertanyaan saya dengan lancar. Awalnya saya
tertarik kepada Anda supaya bergabung di perusahaan kami. Namun, begitu saya
melihat Anda di tempat parkir mengeluarkan baju, saya langsung mencoret nama
Anda.”
YD terdiam
dan tidak bisa membantah personalia. Kemudian personalia melanjutkan ucapannya.
“Tahukah Anda, jika Anda kami terima bergabung di perusahaan kami, mungkin Anda
hanya mematuhi peraturan pada saat pimpinan bersama Anda saja, pada saat
pimpinan tidak ada, Anda bekerja seenaknya. Ini bisa tercermin dari cara Anda
yang selalu mengeluarkan baju. Saat Anda protes ke sini juga tidak memasukkan
baju, bukan? Kami tidak hanya mencari karyawan yang pandai saja, namun juga
yang berkomitmen dan bekerja sungguh-sungguh serta yang mempunyai perilaku
sopan.”
Akhirnya YD
keluar ruangan dengan sangat kecewa. Ternyata tidak kali ini saja YD tidak
diterima kerja karena sombong dan tidak memasukkan baju. Beberapa tes tertulis
lulus, namun pada saat tes wawancara gagal.
Dari kisah di
atas, bisa dijadikan referensi bagi siswa tentang pentingnya memasukkan baju
seragam. Bagi Anda yang ingin mencari kerja, Anda harus berhati-hati dalam
berpakaian. Kebiasaan seperti YD yang tidak memasukkan baju bisa berujung tidak
diterima kerja. Orang yang bekerja di personalia biasanya lulusan sarjana
bahkan magister psikologi, jadi mengetahui tentang kepribadian seseorang dari
berbagai hal, termasuk dalam berpakaian.
TIDAK MEMASUKKAN BAJU DAN AKHLAK SISWA
By Cauchy Murtopo on 16 Oktober 2017
@https://cauchymurtopo.wordpress.com/2017/10/16/tidak-memasukkan-baju-dan-akhlak-siswa/
Siswa yang
belajar di sekolah dari tingkat Kelompok Bermain (KB) sampai menengah atas
umumnya berseragam. Siswa dari tingkat dasar (SD/MI)sampai menengah atas
(SMA/MA/SMK) memiliki tiga jenis pakaian seragam sekolah. Ketiga seragam
sekolah tersebut adalah seragam nasional, pramuka, dan seragam ciri khas
sekolah tersebut.
Berdasarkan
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 45 Tahun 2014,
seragam nasional dipakai pada hari Senin dan Selasa. Sementara untuk seragam
ciri khas sekolah dan kepramukaan dipakai selain hari Senin, Selasa, dan hari
dimana ada Upacara Bendera.
Seragam
nasional atasan putih dan bawahan merah untuk SD/MI, atasan putih dan bawahan
biru untuk SMP/MTs, serta atasan putih dan bawahan abu-abu untuk SMA/MA/SMK.
Seragam nasional untuk atasan (baju) harus dimasukkan, terutama bagi putra.
Sementara untuk madrasah seragam nasional untuk putri bisa tidak dimasukkan,
hal ini sesuai dengan kebijakan masing-masing madrasah.
Seragam ciri
khas sekolah adalah seragam yang menjadi ciri khas sekolah/madrasah. Hal ini
bisa membedakan antara sekolah yang satu dengan yang lainnya. Seragam ciri khas
sekolah bisa dimasukkan atau tidak dimasukkan. Misalnya seragam sekolah baju
batik ada yang dimasukkan dan ada yang tidak.
Bagi sekolah
yang bisa dibilang ‘bagus’ atau bahkan dianggap favorit oleh masyarakat, hampir
tak ada masalah dengan seragam sekolah. Siswa akan menurut aturan sekolah untuk
memasukkan bajunya. Dari rumah, di perjalanan, di sekolah, dan pulang sampai
rumah lagi baju seragam sekolah tetap rapi dimasukkan.
Meskipun
kelihatannya masalah sepele, gampang memasukkan baju, namun tak jarang di
lapangan praktiknya tidak semudah membalikkan telapak tangan. Tak sedikit siswa
pada sekolah ‘pinggiran’ atau sekolah yang ‘tidak bagus’ tidak mengindahkan
aturan harus memasukkan baju. Hal ini bertepuk sebelah tangan dengan sekolah
‘bagus’.
Entah apa di benak mereka sehingga susah sekali disuruh memasukkan
baju. Mulai dari rumah, di perjalanan, bahkan sampai di sekolah pun jika tidak
terpaksa untuk memasukkan baju, maka mereka akan tetap mengeluarkan baju.
Bahkan, tak sedikit siswa yang awalnya di sekolah memasukkan baju, pada saat
istirahat baju dikeluarkan.
Beberapa
siswa saat di kelas ada yang memasukkan baju dan ada yang tidak. Pada saat jam
pelajaran tertentu karena gurunya disiplin, maka siswa akan memasukkan baju.
Nmaun, pada saat jam tertentu yang gurunya kurang disiplin, tidak memperhatikan
seragam siswa, maka mereka akan segera mengeluarkan baju. Menyuruh memasukan
baju pada siswa seperti ini seperti menyuruh mereka menagngkat beban satu ton.
Fenomena ini
sangat memprihatinkan bagi kalangan pendidik. Beberapa faktor sehingga siswa
enggan untuk memasukkan bajunya. Faktor-faktor tersebut bisa dari dalam dan
luar sekolah.
1. Tidak diperhatikan
orang tua
Tak sedikit
siswa yang tidak mau memasukkan baju karena kurang atau bahkan tidak
diperhatikan oleh orang tua. Karena kesibukan orang tua, mereka tidak
memperhatikan apa yang harus dilakukan anaknya, termasuk dalam hal pakaian
seragam sekolah. Mau memasukkan baju atau tidak orang tua mereka tidak peduli.
Tak sedikit
orang tua yang bekerja sebagai karyawan pabrik atau kantoran atau buruh yang
harus berangkat pagi-pagi ke tempat kerja. Hal ini kerap terjadi di daerah
perkotaan. Pada saat mereka berangkat kerja anaknya belum bangun. Sementara
saat pulang dan sampai di rumah anaknya sudah tidur atau malah tidak ada di
rumah karena masih main.
Kurangnya
komunikasi antara orang tua dengan anaknya juga sangat berpengaruh pada seragam
apa yang harus dipakai oleh anaknya. Saat sampai di rumah orang tua tidak
segera menemui anaknya untuk menanyakan tentang apa yang telah dilakukan di
sekolah, termasuk seragam sekolah.
2. Lingkungan tempat
tinggal
Lingkungan
tempat tinggal siswa sangat berpengaruh pada tingkah laku siswa. Tak bisa
dipungkiri lagi bahwa anak dibesarkan pada lingkungan tempat tinggalnya akan
membentuk sifat dan karakter anak. Lingkungan yang kondusif akan mendukung anak
untuk menjadi baik. Namun sebaliknya, lingkungan yang semrawut seperti banyak
orang mabuk, pakaian yang dikenakan tak pantas dan tak sopan akan membentuk
karakter anak seperti pada lingkungannya pula.
3. Media
Tak sedikit
anak yang mengikuti tingkah laku atau gaya pada apa yang mereka lihat dan
dengar dari media dari pada guru dan orang tuanya. Sinema elektronik (sinetron)
adalah media yang sangat mudah mempengaruhi tingkah laku siswa, termasuk dalam
seragam. Adegan siswa pada sinetron yang tidak pantas ditiru seperti baju
seragam sekolah yang tidak dimasukkan, seragam sekolah dengan rok mini membuat
anak akan mengikutinya. Mereka akan menerapkan apa yang mereka lihat pada
seragam sekolahnya.
Peran media
sangatlah besar dalam mengubah tingkah laku siswa. Seharusnya sutradara
sinetron saat ada adegan sekolah juga harus memperhatikan etika dan aturan
seperti baju seragam nasional harus dimasukkan. Para sutradara harus mencari
informasi tentang aturan seragam tersebut. Jangan hanya mengambil keuntungan
komersial semata tanpa memikirkan akibat ke depannya.
Komisi
penyiaran juga harus menerapkan sensor yang ketat. Apalagi pada adegan-adegan
yang kurang atau bahkan tidak mendidik sama sekali, termasuk dalam hal seragam
sekolah pada saat ada adegan anak sekolah.
4. Peraturan sekolah
Peraturan
sekolah yang ketat membuat para siswa tertib dan disiplin, termasuk dalam hal
seragam. Namun, peraturan yang longgar akan menjadikan celah untuk pelanggaran,
termasuk urusan seragam sekolah.
Tak sedikit
sekolah sudah memiliki aturan yang disiplin, termasuk dalam hal seragam. Namun,
jika yang harus mengawasi pelaksanaan aturan itu tidak berfungsi, maka hanya
isapan jempol saja. Siapa yang mengawasi aturan ini? Tentu para pendidik yang
tiap hari tidak hanya mengajar di dalam kelas saja, namun juga mendidik,
membimbing dan mengarahkan siswa meskipun di luar kelas.
Guru yang
disiplin bagi siswa yang rajin dan pandai sangat disenangi. Karena, bagi mereka
guru yang seperti ini akan menginspirasi supaya masa depan menjadi baik. Namun
sebaliknya, guru disiplin bagi siswa yang nakal, bandel, dan tidak mau mematuhi
peraturan akan dibenci.
Siswa yang
memasukkan baju dengan rapi akan kelihatan lebih indah untuk dipandang. Siswa
yang memiliki nilai akademik yang bagus biasanya juga selalu mematuhi
peraturan, termasuk memasukkan baju seragamnya. Pada catatan di guru Bimbingan
Konseling (BK) pun tidak ada masalah bagi siswa yang memasukkan baju.
Namun, siswa
yang selalu mengeluarkan baju biasanya banyak catatan negatif di BK. Tak
sedikit siswa yang tidak mau memasukkan baju memiliki akhlak atau tingkah laku
yang kurang atau tidak baik. Beberapa kali orang tua dipanggil tidak hanya
masalah seragam, melainkan juga masalah yang lainnya. Bahkan, karena banyaknya
pelanggaran tak jarang siswa seperti ini dengan sangat terpaksa ada yang
dikeluarkan.
Kelihatannya
masalah sepele, hanya tidak memasukkan baju meskipun pakaian seragam sesuai,
namun ini adalah awal dari masa depan anak. Jika hal ini dibiarkan bukan hal
yang tidak mungkin anak-anak seperti ini memiliki masalah yang besar di
kemudian hari. Masalah kriminal atau yang lain bisa jadi dimulai dari siswa
tidak mau memasukkan baju.
Bahkan
masalah korupsi yang saat ini menjadi perhatian serius dari berbagai negara di
dunia ini awalnya bisa jadi dari koruptor saat menjadi siswa tidak mau
memasukkan baju. Oleh sebab itu perlu penanganan yang serius meskipun
kelihatannya sepele.
Kamis, 12 April 2018
Selasa, 10 April 2018
Rabu, 13 Desember 2017
Elang
sumber : http://eposlima.blogspot.co.id
Elang merupakan jenis unggas yang mempunyai umur paling panjang didunia. Umurnya dapat mencapai 70 tahun. Tetapi untuk mencapai umur sepanjang itu seekor elang harus membuat suatu keputusan yang sangat berat pada umurnya yang ke 40.
Ketika elang berumur 40 tahun, cakarnya mulai menua, paruhnya menjadi panjang dan membengkok hingga hampir menyentuh dadanya. Sayapnya menjadi sangat berat karena bulunya telah tumbuh lebat dan tebal,sehingga sangat menyulitkan waktu terbang.
Pada saat itu, elang hanya mempunyai dua pilihan: Menunggu kematian, atau Mengalami suatu proses transformasi yang sangat menyakitkan - suatuproses transformasi yang panjang selama 150 hari.
Untuk melakukan transformasi itu, elang harus berusaha keras terbang keatas puncak gunung untuk kemudian membuat sarang ditepi jurang , berhenti dan tinggal disana selama proses transformasi berlangsung.
Pertama-tama, elang harus mematukkan paruhnya pada batu karang sampai paruh tersebut terlepas dari mulutnya, kemudian berdiam beberapa lama menunggu tumbuhnya paruh baru.
Dengan paruh yang baru tumbuh itu, ia harus mencabut satu persatu cakar-cakarnya dan ketika cakar yang baru sudah tumbuh, ia akan mencabut bulu badannya satu demi satu. Suatu proses yang panjang dan menyakitkan. Lima bulan kemudian, bulu-bulu elang yang barusudah tumbuh. Elang mulai dapat terbang kembali. Dengan paruh dan cakar baru, elang tersebut mulai menjalani 30 tahun kehidupan barunya dengan penuh energi!
...
Sahabat, Dalam kehidupan kita ini, kadang kita juga harus melakukan suatu keputusan yang sangat berat untuk memulai sesuatu proses pembaharuan. Kita harus berani dan mau membuang semua kebiasaan lama yang mengikat, meskipun kebiasaan lama itu adalah sesuatu yang menyenangkan dan melenakan.
Kita harus rela untuk meninggalkan perilaku lama kita agar kita dapat mulai terbang lagi menggapai tujuan yang lebih baik di masa depan. Hanya bila kita bersedia melepaskan beban lama, membuka diri untuk belajar hal-hal yang baru, kita baru mempunyai kesempatanuntuk mengembangkan kemampuan kita yang terpendam, mengasah keahlian baru dan menatap masa depan dengan penuh keyakinan.
Halangan terbesar untuk berubah terletak di dalam diri sendiri dan andalah sang penguasa atas diri anda. Jangan biarkan masa lalu menumpulkan asa dan melayukan semangat kita.Karena Anda adalah elang-elang itu.
Perubahan pasti terjadi. Maka itu, kita harus berubah! Salam Motivasi...!
sumber : http://eposlima.blogspot.co.id
Ketika elang berumur 40 tahun, cakarnya mulai menua, paruhnya menjadi panjang dan membengkok hingga hampir menyentuh dadanya. Sayapnya menjadi sangat berat karena bulunya telah tumbuh lebat dan tebal,sehingga sangat menyulitkan waktu terbang.
Pada saat itu, elang hanya mempunyai dua pilihan: Menunggu kematian, atau Mengalami suatu proses transformasi yang sangat menyakitkan - suatuproses transformasi yang panjang selama 150 hari.
Untuk melakukan transformasi itu, elang harus berusaha keras terbang keatas puncak gunung untuk kemudian membuat sarang ditepi jurang , berhenti dan tinggal disana selama proses transformasi berlangsung.
Pertama-tama, elang harus mematukkan paruhnya pada batu karang sampai paruh tersebut terlepas dari mulutnya, kemudian berdiam beberapa lama menunggu tumbuhnya paruh baru.
Dengan paruh yang baru tumbuh itu, ia harus mencabut satu persatu cakar-cakarnya dan ketika cakar yang baru sudah tumbuh, ia akan mencabut bulu badannya satu demi satu. Suatu proses yang panjang dan menyakitkan. Lima bulan kemudian, bulu-bulu elang yang barusudah tumbuh. Elang mulai dapat terbang kembali. Dengan paruh dan cakar baru, elang tersebut mulai menjalani 30 tahun kehidupan barunya dengan penuh energi!
...
Sahabat, Dalam kehidupan kita ini, kadang kita juga harus melakukan suatu keputusan yang sangat berat untuk memulai sesuatu proses pembaharuan. Kita harus berani dan mau membuang semua kebiasaan lama yang mengikat, meskipun kebiasaan lama itu adalah sesuatu yang menyenangkan dan melenakan.
Kita harus rela untuk meninggalkan perilaku lama kita agar kita dapat mulai terbang lagi menggapai tujuan yang lebih baik di masa depan. Hanya bila kita bersedia melepaskan beban lama, membuka diri untuk belajar hal-hal yang baru, kita baru mempunyai kesempatanuntuk mengembangkan kemampuan kita yang terpendam, mengasah keahlian baru dan menatap masa depan dengan penuh keyakinan.
Halangan terbesar untuk berubah terletak di dalam diri sendiri dan andalah sang penguasa atas diri anda. Jangan biarkan masa lalu menumpulkan asa dan melayukan semangat kita.Karena Anda adalah elang-elang itu.
Perubahan pasti terjadi. Maka itu, kita harus berubah! Salam Motivasi...!
sumber : http://eposlima.blogspot.co.id
Selasa, 05 Desember 2017
Minggu, 23 Juli 2017
Selasa, 11 April 2017
Kenapa Kamu Harus Mulai Berhenti Membenci Orang Lain dari Sekarang????
By Agustin Fatimah, @http://www.hipwee.com/motivasi/kenapa-kamu-harus-mulai-berhenti-membenci-orang-lain-dari-sekarang/
Kita memang tidak bisa lepas
dari interaksi sosial. Sayangnya, tak semua interaksi tersebut berjalan
menyenangkan. Kadang kala, hubungan dengan orang lain membuat kita marah dan
sakit hati. Tak jarang, akhirnya kita akan mengorbankan hubungan itu dengan membenci.
Memang wajar untuk membenci
mereka yang pernah menyakiti hati kita. Namun, memaafkan mereka adalah pilihan
yang selalu kita punya. Lebih lagi, kita juga tak bisa selalu menghindari
mereka yang pernah menyakiti hati kita.
Hidup pun tak seharusnya habis
hanya untuk memikirkan mereka yang membuat hidup kita susah. Jika kamu masih
butuh diyakinkan, berikut adalah enam alasan mengapa kamu harus mulai berhenti
membenci orang lain dari sekarang.
1. Hidup sendiri sudah melelahkan, jadi jangan
buang energimu dengan membenci orang
Sadar atau tidak, membenci
seseorang itu membutuhkan energi yang sama dengan mencintai. Untuk terus
memikirkan orang yang kita benci tersebut hampir tiap waktu, dibutuhkan
komitmen yang tak sedikit. Untuk berdoa agar Tuhan menimpakan sesuatu yang
buruk padanya, dibutuhkan semangat negatif yang menyala-nyala. Setiap kali kamu
bertemu dengannya, kamu perlu menahan diri untuk tidak uring-uringan atau menyumpah-nyumpah.
Wajar jika membenci seseorang membuat kita merasa lelah.
Kalau kamu membenci teman
sekelasmu, tentu kamu tak mau kan dikelas hanya sibuk mencela dan menggerutu
tentang orang tersebut sampai kamu lupa memperhatikan guru/dosen? Masih banyak
hal penting yang perlu diselesaikan dibandingkan kamu menghabiskan energimu
buat memikirkan hal yang tidak menguntungkan bagimu.
Hidup itu kadang sudah cukup
melelahkan tanpa membenci orang. Apalagi jika kamu jalani dengan membenci.
2. Hidup ini singkat. Sekali memejamkan mata,
bertambahlah umur kita. Pantaskah menghabiskannya untuk membenci orang lain?
Seberapa banyak waktu yang kamu
gunakan untuk membicarakan orang yang kamu benci pada orang orang yang ada
didekatmu? Menceritakan betapa jahatnya dia dan perlakuannya yang tidak
menyenangkan hati. Setiap kali kamu dan teman temanmu makan bersama, kamu akan
sering menceritakan tentang betapa menyebalkan saat kamu harus berpapasan
dengan orang yang kamu benci.
Seringkali kebencian itu juga
mengisi sela-sela lamunanmu. Terkadang kita sampai lupa untuk memperhatikan
orang orang yang kita cintai karena terlalu sering menggerutu tentang orang
yang kita benci. Perhatianmu juga akan terserap untuk mencari alasan bahwa dia
memang pantas untuk dibenci. Tak jarang kamu mungkin juga sibuk stalking dia
dan berharap dia terkena sial. Padahal, hidup itu terlalu singkat untuk
membalas kebaikan orang-orang yang mencintai kita. Kenapa kita harus
menghabiskan waktu untuk membenci orang lain?
3. Dunia yang luas bisa menjadi sempit, karena kamu
ingin menghindari orang yang kamu benci
Secara gak sadar, ketika kita
membenci seseorang kita akan lebih memilih menghindarinya. Alasannya? Kita akan
merasa tidak nyaman ketika dia ada di dekat kita. Ruang gerakmu pun menjadi
terbatas karena ulahmu sendiri. Yang rugi di akhirnya? Kamu sendiri.
Misalnya, kamu jadi merasa
enggan untuk gabung dengan tim diskusi di kampus hanya karena orang yang kamu
benci bergabung di tim yang sama. Kamu menjadi tidak leluasa lagi, dan bisa
bisa kamu kehilangan kesempatan untuk berkembang.
4. Membenci itu membuat dirimu mudah murung.
Membenci seseorang sama seperti
memikul sebongkah batu kali di dalam hati. Kebayang ‘kan? Berat dan bikin
sesak. Rasa benci yang kamu pupuk, lama-lama bisa mendominasi hatimu. Kamu
menjadi lebih mudah marah, lebih sensitif, dan tak jarang tanpa sadar kamu
lebih suka menilai negatif orang lain. Ketika kamu melihat dia nongol di
timeline medsos kamu jadi sebel, berpapasan dengannya di kantin kamu jadi
manyun.
Kamu gak mau kan kalau wajah
menawanmu menjadi pudar hanya karena keseringan marah dan murung? Memang
selayaknya, batu kebencian yang tak bermanfaat itu kamu letakkan di kali.
Jangan di hatimu, nanti bikin penuh. Isilah hatimu dengan hal-hal yang positif
saja.
5. Hidup ini tentang mengembangkan sebanyak mungkin
hubungan, bukan berfokus pada satu-dua orang
Setelah sekian lama menjalin
persahabatan, ternyata baru-baru ini sahabatmu dan pacarmu kepergok jalan
bareng. Tanpa kamu ketahui ternyata mereka sudah menjalin hubungan sejak lama.
Ibaratnya kamu ditusuk dari belakang. Akhirnya kamu memutuskan untuk
meninggalkan pacarmu dan sahabatmu. Sakit hati, benci, marah, dendam, sesal,
semua campur aduk jadi satu. Memang menyakitkan.
Secara gak sadar, kamu juga
kehilangan kesempatan untuk hidup damai. Kamu terus saja dibayang-bayangi
kebencian itu. Lambat laun sesekali kamu merasakan trauma untuk menjalin hubungan,
baik pacaran ataupun sahabat “kental”. Kamu takut kejadian masa lalu terulang
lagi.
Padahal, siapa tahu ini adalah
cara Tuhan untuk menyeleksi orang-orang yang baik untuk menemani di hidupmu.
Percayalah, Tuhan pasti menyiapkan pengganti yang lebih baik. Kebahagiaanmu
harus kamu bangun lagi, karena hidup adalah soal menjalani sebanyak mungkin
hubungan — bukan hanya soal satu atau dua orang.
6. Masih banyak fase hidup di depan yang harus kamu
lalui
Fase dalam hidup bukan hanya
terdiri dari periode dimana kamu dan dia terlibat dalam hal yang kurang
menyenangkan. Masih banyak fase yang harus kamu lalui di depanmu. Memaafkan
adalah salah satu cara melepaskan diri dari fase yang kurang menyenangkan, karena
jalan yang harus kamu lalui di depan masih panjang.
Setidaknya kalau kita bisa
memaafkan, kenapa kita harus tetap membenci? Kalau kita bisa mentoleransi
kesalahan orang lain, kenapa kita harus mendendam? Cobalah melupakan rasa
sakitmu dengan menyibukkan diri pada hal-hal positif, dan berkumpul dengan
orang yang yang mencintai kita. Kamu tidak perlu menghabiskan banyak tenaga
untuk mengurusi orang yang menyakitimu.
Karena
cara membalas dendam yang paling manis? Adalah dengan hidup bahagia.
Rabu, 30 November 2016
TIPS MENGHADAPI UJIAN AKHIR SEMESTER
Ujian Akhir Semester merupakan suatu
hal yang harus dihadapi untuk mengetes kemampuan kita dan mengetes seberapa
rajin kah kita selama belajar satu semester itu. Bagi sebagian orang itu adalah
hal yang biasa, akan tetapi ada sebagian orang kurang percaya diri dalam
menghadapi Ujian Akhir Semester, Hal itu karena kurangnya persiapan sebelum
menghadapi UAS. Tapi semua itu tergantung pada diri kalian siap tidak siap, mau
tidak mau UAS harus tetap dilaksanakan…Oke langsung saja kita lihat Tips
Menghadapi Ujian Akhir Semester dibawah ini.
Berikut ada beberapa Tips Menghadapi Ujian Akhir Semester :
1.
Siapkan Mental
Mental seorang pelajar akan mampu
merubah segalanya. Bila pelajar memiliki mental baja, maka segala soal ujian
yang akan dihadapinya akan terasa ringan, dan sebaliknya jika pelajar memiliki
mental yang jelek maka suasana UAS akan terasa seperti neraka dunia. Untuk
memiliki mental yang kuat, seorang pelajar harus mampu untuk tidak terpaku pada
nilai yang akan diperoleh dan bersikap santai saja.
2.
Jaga Kesehatan
Jika mental kita sedang menurun, maka
otomatis kesehatan kita akan menurun juga. Karena pada umumnya, kesehatan yang buruk
diakibatkan oleh pikiran yang terganggu. Dan pikiran yang terganggu disebabkan
juga oleh mental yang menurun. Maka dari itu perbanyaklah olahraga ringan
seperti jogging dan lain sebagainya.
3.
Do'a Ibu
Hal ini sangat penting karena do'a
dari seorang ibu sangat mujarab untuk memperlancar kegiatan UAS yang akan
dilaksanakan, maka dari itu mintalah do'a restu dari ibu supaya dimudahkannya
dalam menghadapi UAS.
4.
Istiqomah Dalam Belajar
Jangan gunakan ibadah sebagai alat
untuk mempermudah suatu keadaan. Kebanyakan orang menganggap sekarang ini yang
imannya masih kurang, rajin beribadah ketika halnya menghadapi sesuatu, contoh
kita lihat selama bulan ramadhan masjid selalu penuh akan tetapi bulan bulan
lainnya apakah begitu??. Namun setelah itu mereka lalai akan kewajiban tersebut
dan itu adalah salah satu contoh kekufuran terhadap nikmat yang Allah berikan.
5.
Hindari SKS ( Sistem Kebut Semalam )
Hal ini sering sekali dilakukan oleh
sebagian para pelajar (terutama saya :D), akan tetapi menurut para psikolog
memory otak kita tidak mampu menghafal hanya dengan satu malam, Jika kita
sering membaca buku seminggu sebelumnya insyaaloh UAS akan terasa ringan. Maka
dari itu hindarilah sistem SKS.
6.
Jujur
Jawablah sesuai dengan apa yang hati
kecil kalian katakan, jangan mau terjerumus oleh jawaban orang lain karena
belum tentu jawabannya benar, percaya dirilah pada dirimu sendiri, jangan
budayakan mencontek. Karena kejujuran adalah penyambung rezeki dari Allah SWT.
7.
Membaca Do'a Sebelum UAS dilaksanakan
Ini yang sering dilupakan oleh
sebagian pelajar, maka dari sekarang kita budayakan berdo'a kepada sang
Pencipta supaya dimudahkan dalam mengerjakan soal soal UAS.
Demikian artikel tentang Tips
Menghadapi Ujian Akhir Semester, semoga bermanfaat dan sukses untuk UAS nya. :)
Sumber : http://cangkallax-corporation.blogspot.co.id/2013/12/tips-menghadapi-ujian-akhir-semester.html
Blog Archive
Diberdayakan oleh Blogger.
Popular Posts
-
Pemberian uang pembinaan kepada siswa SMK Cut Nya' Dien Semarang yang juara Lomba Pidato
-
TIDAK MEMASUKKAN BAJU DAN AKHLAK SISWA By Cauchy Murtopo on 16 Oktober 2017 @https://cauchymurtopo.wordpress.com/2017/10/16/tidak-mem...
-
KISAH TIDAK DITERIMA KERJA KARENA KEBIASAAN MENGELUARKAN BAJU By Cauchy Murtopo on 9 April 2015 @https://cauchymurtopo.wordpress.com/20...
-
Elang sumber : http://eposlima.blogspot.co.id Elang merupakan jenis unggas yang mempunyai umur paling panjang didunia. Umurnya dapa...
-
Ujian Akhir Semester merupakan suatu hal yang harus dihadapi untuk mengetes kemampuan kita dan mengetes seberapa rajin kah kita s...


.jpeg)




